WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Ancaman jeratan narkotika di kalangan generasi muda menjadi atensi serius bagi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Laut.

Melalui sebuah kegiatan interaktif, para pelajar diingatkan untuk tetap berada di jalur positif demi masa depan mereka, Selasa (28/04/2026).​

Langkah preventif untuk menyelamatkan generasi emas Tanah Laut terus digalakkan.

Baca Juga Aksi Cepat Satpol PP dan Damkar Amankan Pria Mengamuk, Ketenangan Warga Karang Jawa Tala Kalsel Terjaga

Bertempat di SMKN 1 Bati-Bati, Badan Kesbangpol Kabupaten Tanah Laut bersinergi dengan BNNK Tanah Laut dan GOW Tala menggelar talk show edukatif mengenai risiko fatal penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Ketua GOW Tanah Laut, Hj. Wiwi Zazuli, hadir langsung untuk memberikan suntikan semangat kepada para siswa.

Dalam suasana hangat, dialogis, ia menegaskan bahwa pilihan yang diambil saat remaja akan sangat menentukan kualitas hidup di masa depan.​

"Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita dan harapan generasi muda. Karena itu, para pelajar diminta untuk menjauhi pergaulan negatif serta fokus pada pendidikan," tegas Wiwi Zazuli di hadapan para peserta.​

Tidak hanya sekadar memberi larangan, Wiwi juga berbagi perspektif personal mengenai pentingnya mengejar pendidikan setinggi mungkin untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan merupakan perpaduan antara usaha keras dan aspek spiritual.​

"Kesuksesan tidak lepas dari kerja keras, doa, serta dukungan orang tua," tambahnya.

​Membangun Kesadaran Kolektif​Sesi talk show ini berlangsung dinamis.

Beberapa siswa tampak antusias saat diminta maju ke depan untuk memimpin yel-yel antinarkoba, menciptakan atmosfer positif di lingkungan sekolah.

Wiwi berharap para siswa yang hadir dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pengetahuan yang didapat kepada rekan sebaya mereka.​

Selain isu narkoba, Wiwi Zazuli juga menyisipkan pesan penting terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ia mendorong pihak sekolah dan siswa untuk konsisten menjaga kesehatan lingkungan, termasuk membudayakan cuci tangan dengan fasilitas yang memadai.​