WARTABANJAR.COM – Protes kenaikan harga plastik dikeluhkan para pedagang yang menggunakan plastik sebagai wadah produk yang dijual.
Diketahui harga plastik naik hingga mencapai 50 persen akibat perang Iran-Amerika dan Israel yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
Pantauan wartabanjar.com, tren konten tiktok diwarnai dengan keluhan para pedagang buntut kenaikan harga plastik.
Baca Juga Prakiraan Cuaca Kalsel, Hujan Merata pada Sore Hari
Akun 08 Matcha Coffee misalnya, mengunggah video pembuatan minuman matcha dengan wadah daun pisang.
Dalam keterangan unggahan ia mempertanyakan pelanggannya apakan mau diberikan bungkus daun pisang.
“Pecinta matcha mau kan bungkus pakai daun gini,” tulisnya.
Hal serupa diunggah akun cendsu indonesia. Akun tersebut mengunggah pembuatan cendol dengan wadah daun pisang.
Dalam keterangan unggahan terlihat emoji yang memperlihatkan wajah merengut.
Sebelumnya Profesor praktik rantai pasokan di Universitas Syracuse, Patrick Penfield, mengatakan produk plastik sebagian besar terbuat dari minyak bumi yang saat ini mengalami lonjakan harga lebih dari 40 persen sejak dimulainya perang pada 28 Februari 2026.
Akibatnya, produk-produk seperti peralatan makan sekali pakai, botol minuman plastik, dan kantong sampah berpotensi mengalami kenaikan harga dalam dalam beberapa minggu ke depan.
Sayangnya, plastik digunakan di seluruh rantai pasokan, mulai dari pengemasan hingga manufaktur. Ini artinya sulit untuk menentukan secara pasti dari mana biaya tersebut berasal dalam harga akhir suatu produk.







