Netty mendesak Kementerian Kesehatan untuk tetap waspada dan tidak mengendurkan upaya meskipun tren kasus sedang melandai. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap distribusi vaksin dan kecepatan penanganan komplikasi di puskesmas, terutama di wilayah yang pernah menjadi zona merah.
“Pemerintah jangan cepat puas. Penurunan ini harus dibarengi dengan jaminan bahwa tidak akan ada lagi KLB di masa depan. Kita butuh jaminan perlindungan total, bukan sekadar laporan statistik di atas kertas,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







