Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan. Pada saat yang sama, niat dihadirkan dalam hati sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Jadi, langkah pertama (niat) dan kedua (takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan) dilaksanakan secara bersamaan.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah melaksanakan takbiratul ihram, tahap selanjutnya adalah membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat biasa, yang mana hukumnya adalah sunnah.

Berikut lafaz doa Iftitah:

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.

Artinya: “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.”

4. Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama

Usai takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, langkah berikutnya adalah mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan.

Setiap selesai satu takbir, dianjurkan membaca dzikir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa lafaz dzikir yang dibaca adalah sebagaimana berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

Selain doa tersebut, Imam as-Shaidilani menukil dari sebagian ulama bahwa doa yang dibaca adalah berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ