Sementara, Division Head Corporate Communication Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menegaskan bahwa informasi yang viral tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

"Informasi mengenai salah satu harga tiket Garuda Indonesia menuju Palangkaraya senilai Rp 202 juta adalah tidak benar," ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Dicky menjelaskan, Garuda Indonesia tidak pernah menetapkan tarif pada kanal Online Travel Agent (OTA) dengan besaran seperti yang disebutkan.

"Komitmen kami terhadap TBA menjadi aspek yang senantiasa kami kedepankan dan patuhi dalam seluruh aspek bisnis Perusahaan," katanya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu