Serangan di Timur Tengah Bikin Google Kelabakan, Karyawan Nvidia, Amazon dan Alphabet Terjabak di Dubai

WARTABANJAR.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah perusahaan teknologi global. Nvidia, Amazon, dan Alphabet (induk perusahaan Google) kini bergerak cepat untuk memastikan keselamatan para karyawan mereka yang berada di wilayah tersebut.

Langkah darurat ini dilakukan setelah terjadinya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik di kawasan.

Situasi keamanan yang tidak menentu membuat sejumlah perusahaan teknologi mengambil kebijakan khusus bagi karyawan mereka di Timur Tengah.

Salah satu dampaknya adalah puluhan karyawan Google yang dilaporkan tertahan di Dubai akibat gangguan penerbangan setelah menghadiri sebuah konferensi. Sebagian besar staf memang sudah berhasil meninggalkan lokasi, namun masih ada sejumlah karyawan yang belum dapat keluar dari kawasan tersebut.

Menurut laporan yang beredar, maskapai penerbangan melakukan pembatalan massal di berbagai rute Timur Tengah. Data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat lebih dari 11.000 penerbangan di kawasan tersebut dibatalkan sejak konflik memanas.

Google sendiri menyatakan sebagian besar karyawan yang terdampak bukan warga Amerika Serikat, melainkan staf yang berbasis di kawasan Timur Tengah. Perusahaan juga menegaskan telah menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi para pegawainya.

Dubai diketahui merupakan pusat operasi penting Google untuk layanan cloud dan penjualan di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selain itu, Tel Aviv di Israel juga menjadi basis operasi utama Google, di mana perusahaan tersebut sedang mengembangkan kantor pusat baru di Menara ToHa2.

Sementara itu, Nvidia juga mengambil langkah serupa dengan menutup sementara kantornya di Dubai. Perusahaan teknologi chip tersebut menginstruksikan karyawannya untuk bekerja dari rumah.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, melalui email internal kepada para karyawan. Ia menyebut tim manajemen krisis perusahaan tengah bekerja untuk mendukung karyawan dan keluarga mereka di wilayah yang terdampak konflik.