WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga agar bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat kecil. Di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat dinamika global, pemerintah memastikan subsidi BBM tetap dipertahankan untuk 80 persen rakyat Indonesia yang masuk kategori tidak mampu.

Dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, Prabowo menyampaikan bahwa kelompok masyarakat mampu dapat membeli BBM nonsubsidi sesuai harga pasar. “Orang-orang kaya kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan bahwa pasokan energi nasional tetap aman meski konflik di Timur Tengah berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Pemerintah menyiapkan alternatif pasokan energi sekaligus memanfaatkan sumber daya alam dalam negeri untuk memperkuat ketahanan energi.

Indonesia, menurut Prabowo, memiliki cadangan energi besar yang bisa diolah menjadi sumber alternatif. Batu bara dapat diolah menjadi solar dan bensin, sementara tanaman seperti kelapa sawit, jagung, dan singkong berpotensi menjadi bahan bakar nabati. “Cadangan-cadangan kita sangat besar. Dari batu bara kita bisa menghasilkan solar, bensin, bahkan dari singkong dan jagung,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menegaskan tetap waspada dan bekerja keras untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa pasokan energi nasional dalam kondisi aman, namun pemerintah tidak akan lengah menghadapi gejolak global.

Dengan langkah ini, pemerintah berupaya menjaga stabilitas energi sekaligus memastikan subsidi BBM benar-benar dinikmati oleh rakyat kecil. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga energi dunia dan memperkuat ketahanan energi nasional. (Wartabanjar.com/andi)

Editor: Andi Akbar