Ketegangan Timur Tengah, 2 Kapal Pertamina Lolos Selat Hormuz, Lainnya Tertahan di Teluk Oman
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan berhasil keluar dengan selamat dari kawasan rawan konflik.
Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon yang telah melewati Selat Hormuz dan kini beroperasi di luar area konflik.
Sementara itu, dua kapal lainnya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, sempat tertahan di kawasan Teluk Arab dan Teluk Oman karena kondisi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif.
Diplomasi untuk Keamanan Kapal
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan langkah diplomasi dengan pihak terkait, termasuk Iran, guna memastikan keselamatan awak kapal serta kelancaran operasional kapal berbendera Indonesia.
Meski sempat tertahan, seluruh kru kapal dilaporkan dalam kondisi aman, dengan pemantauan intensif yang dilakukan selama 24 jam.
Pasokan Energi Tetap Aman
Pihak PIS memastikan bahwa situasi ini tidak mengganggu rantai pasok energi nasional. Distribusi energi tetap berjalan lancar berkat dukungan ratusan armada kapal serta alternatif jalur pengiriman.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan energi dalam negeri tetap terjaga dan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan.
Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan dari sekitar 103 dolar AS menjadi 83,45 dolar AS per barel. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut konflik dengan Iran mendekati akhir.
Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi pasar energi global, meskipun ketegangan di kawasan tersebut masih terus dipantau.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad