Saat ini Nvidia diketahui memiliki sekitar 6.000 karyawan di Israel. Negara tersebut juga menjadi pusat penelitian dan pengembangan terbesar Nvidia di luar Amerika Serikat.
Hubungan Nvidia dengan Israel semakin kuat sejak perusahaan itu mengakuisisi Mellanox, produsen perangkat keras jaringan asal Israel, pada tahun 2019 dengan nilai sekitar USD 7,13 miliar.
Amazon juga ikut menyesuaikan operasionalnya di kawasan tersebut. Perusahaan e-commerce dan layanan cloud itu menginstruksikan sebagian karyawannya di Timur Tengah untuk bekerja jarak jauh.
Amazon diketahui memiliki kantor di beberapa negara di kawasan tersebut, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Bahrain, Kuwait, Mesir, Turki, dan Israel.
Selain dampak pada operasional perusahaan, konflik ini juga mengganggu infrastruktur teknologi. Beberapa pusat data Amazon Web Services (AWS) dilaporkan terkena dampak serangan drone.
Dua fasilitas pusat data di Uni Emirat Arab dilaporkan terkena serangan, sementara fasilitas lain di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan drone yang memicu gangguan listrik dan kerusakan struktural.
Akibatnya, sejumlah layanan AWS seperti server virtual dan basis data dilaporkan mengalami gangguan.
AWS kini menyarankan para pelanggan untuk melakukan pencadangan data serta mempertimbangkan pemindahan sistem ke wilayah server lain guna menghindari risiko gangguan lebih lanjut.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







