Serangan di Timur Tengah Bikin Google Kelabakan, Karyawan Nvidia, Amazon dan Alphabet Terjabak di Dubai

Selain itu, Tel Aviv di Israel juga menjadi basis operasi utama Google, di mana perusahaan tersebut sedang mengembangkan kantor pusat baru di Menara ToHa2.

Sementara itu, Nvidia juga mengambil langkah serupa dengan menutup sementara kantornya di Dubai. Perusahaan teknologi chip tersebut menginstruksikan karyawannya untuk bekerja dari rumah.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, melalui email internal kepada para karyawan. Ia menyebut tim manajemen krisis perusahaan tengah bekerja untuk mendukung karyawan dan keluarga mereka di wilayah yang terdampak konflik.

Saat ini Nvidia diketahui memiliki sekitar 6.000 karyawan di Israel. Negara tersebut juga menjadi pusat penelitian dan pengembangan terbesar Nvidia di luar Amerika Serikat.

Hubungan Nvidia dengan Israel semakin kuat sejak perusahaan itu mengakuisisi Mellanox, produsen perangkat keras jaringan asal Israel, pada tahun 2019 dengan nilai sekitar USD 7,13 miliar.

Amazon juga ikut menyesuaikan operasionalnya di kawasan tersebut. Perusahaan e-commerce dan layanan cloud itu menginstruksikan sebagian karyawannya di Timur Tengah untuk bekerja jarak jauh.

Amazon diketahui memiliki kantor di beberapa negara di kawasan tersebut, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Bahrain, Kuwait, Mesir, Turki, dan Israel.

Selain dampak pada operasional perusahaan, konflik ini juga mengganggu infrastruktur teknologi. Beberapa pusat data Amazon Web Services (AWS) dilaporkan terkena dampak serangan drone.