WARTABANJAR.COM – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, dunia Pendidikan dikejutkan oleh kabar meninggalnya seorang siswa SMKN 4 Samarinda, yang diduga akibat memaksakan diri memakai sepatu kesempitan.
Terus memaksakan menggunakan sepatu yang sempit, karena nomornya jauh lebih kecil dari seharusnya, kaki siswa bernama Mandala Rizky Saputra itu bengkak dan berujung maut bagi pemakainya.
Pelajar kelas 2 SMK itu dilaporkan meninggal dunia pada 24 April 2026, dan disebut mengalami komplikasi Kesehatan.
Sang ibu, Ratnasari (40), mengungkapkan putranya tetap memaksakan diri untuk bersekolah dan bekerja, meski kakinya mengalami pembengkakan serta kemerahan, karena mengenakan sepatu ukuran 40. Padahal ukuran sepatu untuk kakinya seharusnya 44.
“Setiap hari itu merah, sakit sekali. Tapi dia tetap pakai sepatu itu. Diselipkan pembungkus buah warna pink supaya tidak sakit,” ujar Ratnasari dengan nada lirih saat ditemui, akhir pekan tadi.
Kondisi Mandala kian memburuk ketika ia mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.
Pekerjaan itu mengharuskannya berdiri seharian dengan sedikit kesempatan untuk beristirahat atau duduk.
Infeksi pada kakinya yang lecet akibat gesekan sepatu sempit semakin menyebar, hingga membuat nafsu makannya turun drastis dan tubuhnya menjadi sangat kurus.
Ratnasari sempat membawa putranya berobat, namun tekanan ekonomi membuatnya tidak menyadari bahwa kondisi kesehatan sang anak sudah berada di titik kritis.
Mandala akhirnya meninggal dunia saat sedang tidur. Sebelum wafat, ia sempat menyampaikan keinginan sederhana yang belum mampu dipenuhi oleh ibunya.
“Dia bilang, ‘Bu, bisa tidak belikan Mandala sepatu?’ Saya bilang nanti dulu. Dia jawab, ‘Mandala lupa kalau Mandala anak yatim,’” tutur Ratnasari sambil menahan tangis.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan, kasus meninggalnya Mandala menjadi pengingat negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan haknya, termasuk hak pendidikan layak dan aman.







