Sebelum Meninggal, Kaki Siswa SMK di Samarinda Bengkak Akibat Sepatu Kesempitan

“Kejadian ini menjadi perhatian serius dan karena itu perlu dievaluasi secara menyeluruh,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dikutip dari Antara, Senin (4/5/2026).

Ketua Tim Respon Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Wilayah Kalimantan Timur, Rina Zainun, menegaskan peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, ia membantah informasi awal yang menyebut Mandala meninggal murni akibat gizi buruk.

“Awalnya dikabarkan gizi buruk, tapi ternyata berawal dari sepatu yang kesempitan. Kondisi kaki yang mengalami gesekan diperparah dengan aktivitas berdiri seharian saat magang,” jelas Rina.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Mandala.

“Karena tidak ada diagnosis medis dari layanan kesehatan, maka tidak dapat disimpulkan bahwa penyebab meninggalnya murid karena sepatu,” kata Armin.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kaltim Jarwoko turut membantah isu penyebab kematian Mandala akibat sepatu yang kekecilan hingga menyebabkan kaki almarhum infeksi.

“Tidak ada luka sama sekali. Saya tanyakan ke orangtuanya, sama sekali tidak ada luka, lecet pun tidak ada,” kata dia saat dihubungi.

Jarwoko menuturkan, sebelumnya Mandala memang sempat mengeluhkan sakit di kaki, pinggang, dan dada.

Namun, dia menutupi rasa sakitnya dengan mengungkapkan sakit di kakinya akibat dari sepatu yang ia kenakan sudah sempit.

“Padahal terasa sempit itu karena pembengkakan cairan yang turun ke kaki,” kata Jarwoko. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)