WARTABANJAR.COM, WASHINGTON DC- Rentetan tembakan terjadi di Kompleks Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS), Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Situasi ini membuat suasana kembali mencekam di jantung pemerintahan AS.

Presiden AS, Donald Trump dilaporkan sedang berada di kantornya di gedung tersebut saat insiden terjadi.

Nasib fatal menimpa pelaku setelah petugas Secret Service atau pasukan pengamanan presiden yang berjaga di ring satu langsung mengambil tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan pria bersenjata tersebut.

Pada Minggu (24/5/2026), media internasional melaporkan peristiwa ini bermula ketika seorang pria misterius berjalan mendekati pos pemeriksaan keamanan di luar kompleks Gedung Putih.

Tanpa diduga, ia langsung mengeluarkan senjata api, menembaki petugas Secret Service yang sedang berjaga.

BACA JUGA: Fakta-fakta Demo No Kings di AS, 8 Juta Warga Protes Donald Trump Isu Perang Iran Hingga Ekonomi

Mendapat serangan mendadak itu, petugas sigap bergerak, membalas dengan melepaskan sejumlah tembakan ke arah pelaku sehingga baku tembak pun tidak terhindarkan.

Pelaku berhasil dilumpuhkan di tempat kejadian perkara (TKP).

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tak tertolong.

Seorang Warga Sipil Ikut Jadi Korban

Tidak hanya menewaskan pelaku, peristiwa tersebut juga menyebabkan seorang warga sipil yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian menderita luka tembak akibat terkena peluru nyasar.

"Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan awal tersangka atau selama baku tembak berikutnya," ujar juru bicara Secret Service.

Otoritas keamanan setempat memastikan bahwa tidak ada satu pun personel Secret Service yang terluka dalam insiden menegangkan ini.

BACA JUGA: Iran Tantang Donald Trump Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia, IRGC Klaim Selat Hormuz di Bawah Kendali

Kawasan di sekitar pos pemeriksaan langsung disterilisasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Trump Aman, Tetap Fokus Negosiasi Damai Iran

Secret Service bergerak cepat memastikan sang presiden dalam perlindungan penuh di dalam kediamannya.