FAKTA-FAKTA Demo “No Kings” di AS! 8 Juta Warga Protes Donald Trump, Isu Perang Iran hingga Ekonomi

WARTABANJAR.COM – Gelombang demonstrasi besar mengguncang Amerika Serikat saat jutaan warga turun ke jalan dalam aksi bertajuk “No Kings” pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.

Aksi ini menjadi sorotan global karena disebut sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah modern negara tersebut, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 8 juta orang.

Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap berbagai kebijakan Presiden Donald Trump, mulai dari isu perang hingga kebijakan domestik yang dinilai kontroversial.

Fakta-Fakta Demo “No Kings”
Digelar di lebih dari 3.300 lokasi di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat
Diikuti sekitar 8 juta orang
Disebut sebagai salah satu demo terbesar dalam sejarah AS
Aksi meluas ke berbagai negara sebagai bentuk solidaritas global

Isu Utama Pemicu Kemarahan Warga

  1. Perang AS–Iran 2026

Keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran menjadi pemicu utama.
Warga menilai kebijakan ini berisiko tinggi terhadap kemanusiaan dan kondisi ekonomi global.

  1. Kebijakan Imigrasi & Operasi ICE

Pengetatan imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) menuai kritik keras.
Termasuk dugaan tindakan kekerasan oleh aparat terhadap imigran.

  1. Tuduhan Otoritarianisme

Demonstran menilai gaya kepemimpinan Donald Trump cenderung otoriter.
Slogan “No Kings” mencerminkan penolakan terhadap kepemimpinan yang dianggap menyerupai sistem monarki.

  1. Ancaman terhadap Demokrasi

Isu yang disorot meliputi:

Pembatasan hak pilih
Manipulasi distrik pemilu (redistricting)
Pembatasan voting via pos

Hal ini dinilai berpotensi melemahkan sistem demokrasi di Amerika Serikat.