WARTABANJAR.COM, TEHERAN- Warga Iran turun ke jalan melakukan unjuk rasa dengan cara membakar boneka berhala Baal berukuran raksasa pada Rabu (11/2/2026) waktu setempat.
Berhala Baal itu terungkap setelah merebaknya Epstein Files yang dirilis oleh Departemen Kehakiman atau Department of Justice (DOJ) AS pada 30 Januari 2026 lalu, mengungkapkan bahwa para elit global melakukan ritual setan dengan menyembah berhala bernama Baal.
Memprotes segala bentuk kejahatan, genosida dan penjajahan yang dilakukan para elit global Yahudi tersebut, warga Iran melakukan unjuk rasa itu sekaligus memperingati ulang tahun ke 47 kemenangan Revolusi Iran.
Mengutip berbagai sumber, Kamis (12/2/2026), boneka tersebut disertai logo negara Zionis Israel yaitu Bintang Daud atau The Star of David, bendera Israel dan foto Presiden AS, Donald Trump.
Sekelompok massa pro pemerintah Iran membakar boneka Baal sambil meneriakkan “Matilah Israel.”
Diketahui bahwa Baal adalah dewa Kanaan kuno dalam konteks antropologis dan simbolis, dalam narasi modern, ia dapat dikaitkan dengan kemerosotan moral, korupsi kaum elit, atau tokoh jahat oleh beberapa kalangan.
Keberadaan Bintang Daud pada boneka yang dibakar oleh para demonstran dan penyebutan sosok tersebut sebagai “Baal” tersebut merupakan simbolisasi radikal dari sentimen anti-Israel di kalangan para pengunjuk rasa.
Tindakan semacam itu muncul sebagai cara bagi kelompok-kelompok tertentu untuk mengekspresikan kemarahan mereka terhadap Israel dalam kebijakan luar negeri dan memicu perdebatan serius.







