Penutupan wilayah udara di kawasan strategis Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur penerbangan utama antara Eropa dan Asia. Maskapai internasional kemungkinan harus mengambil rute memutar yang lebih panjang, yang berdampak pada durasi penerbangan, konsumsi bahan bakar, hingga perubahan jadwal kedatangan.

Situasi ini diperkirakan akan terus berkembang seiring eskalasi konflik di kawasan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad