Arif juga menilai, keberadaan teater tradisional bukan hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Banjarbaru, seiring perannya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

“Mamanda ini bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Harapannya, teater tradisional bisa terus hidup dan menjadi kebanggaan Banjarbaru,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu