WARTABANJAR.COM, BOMBANA – Angin monsun utara yang melintasi wilayah Indonesia memicu kondisi cuaca laut tidak stabil di sejumlah perairan, termasuk Sulawesi Tenggara. Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026, di jalur pelayaran Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan, menuju Pelabuhan Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Kapal feri KMP Bontoharu yang mengangkut muatan penuh truk barang dilaporkan mengalami guncangan hebat akibat terpaan angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah truk mengalami kerusakan, bahkan beberapa di antaranya terguling hingga muatan yang dibawa berhamburan di dalam dek kapal.
Berdasarkan data riwayat kecepatan angin dari Zoom Earth, kecepatan angin di sekitar lokasi kejadian diperkirakan mencapai 45 kilometer per jam. Situasi ini membuat kondisi laut sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Dalam video yang beredar di media sosial Instagram melalui akun _makassar_iinfo, suasana di dalam dek kapal tampak mencekam. Truk-truk besar terlihat bergeser dan terombang-ambing, muatan berserakan, serta terjadi benturan antar kendaraan di ruang muat kapal.
Otoritas pelayaran menyebut awak kapal harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas kapal agar tetap aman bernavigasi. Meski pelayaran sempat terganggu, keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi akibat kerusakan kendaraan dan muatan diperkirakan cukup besar.
