Pemerintah Arab Saudi Bakal Terjemahkan Khutbah Arafah ke 35 Bahasa di Musim Haji 2026
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Arab Saudi menyiapkan penerjemahan khutbah Arafah ke dalam 35 bahasa pada musim haji 2026 ini.
Khutbah tersebut juga akan disiarkan melalui berbagai platform digital dan kanal afiliasi.
Tujuannya adalah agar isi khutbah dapat dipahami dan diakses umat Islam di berbagai negara.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas penyebaran pesan keislaman, terutama bagi muslim non-Arab.
Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga sekaligus ingin memperkuat layanan berbasis teknologi digital selama pelaksanaan ibadah haji 2026 ini.
Sampaikan Pesan Islam Secara Global
Media Timur Tengah, Gulf News, melaporkan bahwa Kepala Presidensi Urusan Keagamaan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi, Sheikh Abdulrahman Al Sudais, mengatakan inisiatif tersebut bertujuan menyampaikan pesan Islam yang moderat sekaligus memastikan umat Islam non-Arab dapat memahami pesan spiritual dan kemanusiaan dalam khutbah tersebut.
Al Sudais mengatakan proyek penerjemahan ini mencerminkan komitmen Arab Saudi dalam melayani Islam dan umat Islam, sekaligus menegaskan upaya kerajaan meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji 2026 melalui teknologi modern dan platform komunikasi digital.
Menurut Al Sudais, presidensi telah mengerahkan tim teknis, media, dan penerjemah khusus untuk memastikan khutbah Arafah tahun ini dapat menjangkau audiens global secara luas dengan standar profesional dan teknis yang tinggi.
"Pemanfaatan teknologi komunikasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas akses umat Islam terhadap pesan-pesan keagamaan selama musim haji," katanya, dilansir Sabtu (23/5/2026).
Jadi Sorotan Dunia Islam
Khutbah Arafah yang disampaikan pada Hari Arafah saat puncak ibadah haji merupakan salah satu pidato keagamaan paling penting di dunia Islam dan diikuti jutaan umat Islam di berbagai negara.
Khutbah tersebut tidak hanya menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji, tetapi juga menjadi momentum penyampaian pesan persatuan, kemanusiaan, dan nilai-nilai Islam kepada umat Islam secara global. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu