Otoritas pelayaran menyebut awak kapal harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas kapal agar tetap aman bernavigasi. Meski pelayaran sempat terganggu, keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi akibat kerusakan kendaraan dan muatan diperkirakan cukup besar.
Sementara itu, kondisi cuaca di perairan Sulawesi Tenggara dilaporkan mulai berangsur membaik. Meski demikian, masyarakat dan pelaku pelayaran diimbau tetap waspada mengingat potensi perubahan cuaca laut dapat terjadi secara cepat, terutama selama periode aktif angin monsun utara.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







