WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Ibadah haji 2026 merupakan perjalanan spiritual paling agung dalam Islam yang menuntut kesiapan menyeluruh.
Dalam hal ini, tak hanya kondisi mental, namun juga fisik harus prima, apalagi bagi mereka yang memiliki penyakit dan sudah berusia tua, lanjut usia atau lansia.
Di balik kekhusyukan setiap rangkaian ibadah, terdapat aktivitas fisik yang sangat intens.
Oleh sebab itu, diperlukan makanan bergizi sehat dan tinggi untuk menunjang segala aktivitas ibadah.
Di Tanah Suci, jemaah harus berjalan puluhan kilometer, melakukan tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga melempar jumrah dalam kondisi cuaca ekstrem.
Suhu di Mekkah kerap melampaui 40 derajat celcius yang tentunya ini akan membuat jemaah asal negara tropis bermasalah alias kepanasan.
Paparan panas yang tinggi, dikombinasikan dengan aktivitas padat, membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan serius.
Dalam kondisi seperti ini, pola makan memegang peran penting sebagai sumber energi sekaligus penopang daya tahan tubuh.
Mengutip aneka sumber, Rabu (22/4/2026), agar ibadah tetap berjalan lancar dan khusyuk, berikut ini panduan pola makan sehat yang dapat diterapkan selama haji 2026.
Pola Makan Sehat Selama Ibadah Haji 2026
1. Pentingnya hidrasi sejak awal hari
Dehidrasi menjadi salah satu risiko terbesar selama pelaksanaan haji.
Kehilangan cairan akibat suhu panas dan aktivitas fisik dapat menurunkan konsentrasi, melemahkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko heat stroke.
Jemaah disarankan mengonsumsi air putih minimal 2 hingga 3 liter per hari, bahkan lebih saat aktivitas ibadah meningkat.
Asupan cairan sebaiknya dilakukan secara berkala tanpa menunggu rasa haus muncul.
Selain air putih, minuman elektrolit seperti air kelapa, jus buah segar, atau minuman isotonik dapat membantu menggantikan mineral yang hilang.
Konsumsi kafein, seperti kopi dan teh perlu dibatasi karena berpotensi mempercepat dehidrasi.
Cara sederhana untuk memantau kecukupan cairan adalah dengan melihat warna urin.
Warna kuning pucat menandakan hidrasi cukup, sedangkan warna kuning pekat menunjukkan kebutuhan cairan masih kurang.
2. Sarapan sebagai sumber energi utama
Sarapan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ibadah sepanjang hari.
Pilihan makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks dan protein mampu memberikan energi yang stabil dan tahan lama.
Menu, seperti roti gandum, telur rebus, oatmeal, atau bubur dapat menjadi pilihan yang tepat.
Buah-buahan, seperti pisang dan apel juga praktis dibawa serta mengandung gula alami yang membantu meningkatkan energi.
Makanan berminyak dan terlalu berat sebaiknya dihindari pada pagi hari karena dapat memperlambat pencernaan dan menimbulkan rasa lelah saat beraktivitas.
3. Memenuhi kebutuhan protein harian
Aktivitas fisik yang intens membuat tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup untuk menjaga dan memperbaiki jaringan otot.
Kebutuhan protein jemaah diperkirakan sekitar 100 gram per hari.
Sumber protein dapat diperoleh dari ayam, ikan, telur, dan susu.
Menu, seperti ayam panggang, sup ayam, atau ikan dengan nasi dan sayuran menjadi pilihan seimbang yang mudah ditemukan di Mekkah dan Madinah.
Kombinasi makanan ini memberikan energi yang cukup tanpa membebani sistem pencernaan.







