WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Di tengah kasus ancaman pembunuhan yang diterima gelandang Persib Bandung, Tom Haye, Persija Jakarta juga tersandung masalah rasisme.

Dalam pernyataan resmi Persija Jakarta mengecam keras tindakan rasis yang diterima Allano Lima usai laga kontra Persib (11/1) melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya.

Persija sangat kecewa karena tindakan memalukan seperti ini masih terus berulang. Rasisme bukan sekadar candaan, bukan pula untuk dijadikan ekspresi emosi sesaat. Rasisme adalah kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang.

Baca Juga Jadwal Lengkap Barito Putera di Liga 2 2025/2026: 3 Laga Jadi Penentu Laskar Antasari Kunci Tiket Promosi

“Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” kata Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko.

Allano pun telah bersuara terkait tindakan rasis yang diterimanya. “Saya bangga dengan siapa diri saya, saya bangga dengan apa yang telah saya capai. Tindakan rasisme ini justru menunjukkan seberapa jauh saya telah bertumbuh dari titik awal saya berasal. Pohon yang berbuah lebat adalah pohon yang paling sering dilempari batu. Kini saatnya kembali bekerja dan melanjutkan perjalanan kami. Jalan masih panjang. Kami akan terus berjuang,” tuturnya.

Sementara itu Polda Jabar masih menunggu laporan resmi dari Tom Haye terkait ancaman pembuhan yang diterima.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menegaskan pihak kepolisian tidak akan tinggal diam. Namun, hingga kini polisi masih menunggu laporan resmi dari Thom Haye agar proses hukum dapat berjalan sesuai prosedur.

“Kami menyarankan yang bersangkutan segera membuat laporan resmi, baik ke Polda Jabar maupun Polrestabes Bandung, agar dapat segera kami tindak lanjuti,” ujar Kombes Hendra Rochmawan, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, laporan resmi sangat penting untuk memudahkan penyidik menelusuri jejak digital, mengamankan bukti dari media sosial, serta mengidentifikasi pelaku di balik ancaman tersebut. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor Restu