WARTABANJAR.COM, KETAPANG – Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat menanam mimpi, mendadak berubah menjadi pusat kegelisahan. Di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, empat siswa SMP digerebek warga karena diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu di dalam kelas sekolah.
Peristiwa itu bukan hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga menyisakan rasa prihatin. Rekaman video penggerebekan cepat menyebar di media sosial, memperlihatkan bagaimana masa remaja yang semestinya diisi dengan belajar justru terseret dalam pusaran risiko pergaulan.
Di lokasi, warga menemukan sejumlah benda yang menyerupai alat isap sabu, mulai dari bong, pipet, plastik klip, hingga korek api. Keempat siswa kemudian diamankan, diserahkan ke Polsek Sungai Laur, dan dilimpahkan ke Polres Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang, Iptu Dewa Made Surita, membenarkan kejadian tersebut. Polisi membawa para siswa ke RS Agusdjam Ketapang untuk menjalani tes urine.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan keempatnya negatif,” ungkap Dewa Made.
Keterangan itu sedikit meredakan kecemasan publik. Polisi memastikan tidak ditemukan barang bukti narkoba saat penangkapan. Informasi yang diterima menyebutkan, barang yang sempat dibeli para siswa ternyata palsu, sehingga tidak terdeteksi dalam hasil tes.
Namun, cerita tidak berhenti sampai di sana. Kepolisian memilih langkah yang lebih edukatif ketimbang menghukum. Keempat siswa diwajibkan melakukan wajib lapor secara berkala bersama orang tua, sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan.

