WARTABANJAR.COM – Sebuah video yang beredar luas di media sosial Instagram mengungkap pesan terakhir penuh haru dari co-pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Maros, Muh Farhan Gunawan, yang diduga menjadi ungkapan batin terdalam seorang anak kepada ibunya sebelum menjalankan tugas penerbangan.
Unggahan tersebut sontak menyentuh hati ribuan warganet. Dalam video itu, tersirat pesan tentang ketidakpastian hidup, keikhlasan, serta permintaan maaf seorang anak yang lebih sering pergi demi tugas dibandingkan pulang ke rumah.
“Kita tak pernah tahu misteri hidup ke depan. Pesan saya sederhana, persiapkan yang terbaik sebelum hari itu datang,” demikian penggalan pesan yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Ungkapan Hati Seorang Anak
Pesan itu dikemas layaknya surat terbuka seorang anak kepada ibunya, berisi permohonan maaf, kerinduan, dan doa. Sosok co-pilot digambarkan sebagai pribadi yang tampak kuat dalam balutan seragam, namun tetap menyimpan sisi rapuh sebagai seorang anak.
Dalam pesannya, Muh Farhan Gunawan menyampaikan permintaan sederhana: agar sang ibu memaafkannya karena lebih sering meninggalkan rumah demi menjalankan tugas di udara.
“Seragam ini sering membuatku terlihat kuat, padahal di baliknya aku tetap anak kecil yang rindu pelukan Ibu,” tulisnya.
Ia juga meminta sang ibu agar tidak larut dalam kesedihan, jika suatu saat namanya hanya tinggal kenangan. Doa ibu disebutnya sebagai bekal terpenting setiap kali ia terbang menembus langit.
Mengundang Simpati dan Doa
Pesan tersebut ditutup dengan ungkapan bakti seorang anak yang tak pernah pudar, meski raga terpisah jarak dan waktu.
