“Ketinggian genangan di dalam rumah berkisar antara 2 hingga 20 sentimeter, sementara di pekarangan rumah mencapai 5 hingga 150 sentimeter, terutama di Desa Pahalatan,” jelasnya.
Sementara itu, di Kecamatan Pandawan, banjir masih terjadi di dua desa, yakni Kayu Rabah dan Mahang Matang Landung, dengan total 144 rumah terendam, terdiri dari 162 KK dan 521 jiwa.
Adapun di Kecamatan Labuan Amas Selatan, genangan banjir masih merendam 54 rumah di Desa Mahang Baru, dengan jumlah terdampak 61 KK dan 171 jiwa.
Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum. BPBD HST mencatat genangan air turut menggenangi 26 sekolah, 10 tempat ibadah, lima kantor, satu puskesmas, satu pasar, serta dua fasilitas umum lainnya.
Ahmad Apandi menegaskan, BPBD HST terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan perkembangan kondisi banjir di wilayah terdampak.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan juga berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan banjir dapat berjalan optimal,” katanya.
Meski banjir masih berlangsung, hingga saat ini BPBD HST belum menerima laporan adanya warga yang mengungsi. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







