Banjir Rendam Sekolah di HST, Dinas Pendidikan Bergerak Cepat Bangun Titian Demi Pembelajaran Tatap Muka
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menunjukkan gerak cepat dalam menangani satuan pendidikan yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah sigap ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meskipun sejumlah sekolah sempat terendam air dan akses menuju ruang kelas terganggu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan HST, Bayhaki Novie, mengatakan bahwa penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Bupati dan Wakil Bupati HST, serta arahan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
“Beberapa satuan pendidikan, khususnya di wilayah hilir Kecamatan Labuan Amas Utara, terdampak banjir. Akses menuju ruang kelas terendam sehingga proses pembelajaran menjadi kurang efektif,” ujar Bayhaki, Senin (2/2/2026).
Titian Dibangun Demi Keselamatan Guru dan Siswa
Sebagai solusi jangka pendek, Dinas Pendidikan HST melakukan pembangunan titian agar guru dan siswa tetap dapat mengakses ruang kelas dengan aman dan nyaman.
Hingga saat ini, penanganan sementara tersebut telah diselesaikan 100 persen.
Adapun tujuh satuan pendidikan yang telah mendapatkan fasilitas titian, yaitu:
SDN 1 Sungai Buluh
SDN 2 Sungai Buluh
SDN 1 Mantaas
SDN 1 Tabat
SDN 2 Tabat
SDN Pahalatan
SDN 3 Mahang Matang Landung
“Dengan adanya titian ini, aktivitas pembelajaran tatap muka kembali dapat dilaksanakan secara efektif karena akses menuju ruang kelas yang sebelumnya terendam kini sudah bisa dilalui,” jelasnya.
Solusi Sementara, Pemerintah Siapkan Langkah Permanen
Bayhaki menambahkan, pembangunan titian ini masih bersifat sementara. Untuk solusi jangka panjang, pihaknya akan melakukan inventarisasi serta merumuskan langkah lanjutan, termasuk rencana peninggian bangunan sekolah yang kerap terendam banjir hingga berbulan-bulan.
“Ke depan, kami akan mengupayakan solusi permanen agar bencana banjir tidak lagi mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah terdampak,” pungkasnya.