Pemkab HST Bahas Revitalisasi 23 Sekolah Terdampak Banjir Bersama Kemdikdasmen RI
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI, Jumat (10/4/2026) di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati HST Samsul Rizal berdiskusi langsung dengan Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen, Dr Eko Susanto.
Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar, Ketua Komisi I DPRD HST Yajid Fahmi, Kabid Sarana dan Prasarana Bayhakie Novie, serta Tenaga Ahli Bupati Muhammad Imam Satria Jati.
Baca Juga Respons Kadishub Tanah Laut Soal Insiden Pikap Dinas di Alfamart Angsau: Kami Tetap Kawal Prosesnya
Bupati HST Samsul Rizal menyampaikan, audiensi tersebut membahas sejumlah hal strategis terkait pembangunan pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, termasuk tindak lanjut pengajuan pembangunan Sekolah Terintegrasi.
“Pemkab HST mengajukan permohonan pembangunan Sekolah Terintegrasi dengan pola konsolidasi,” jelasnya.
Ia menerangkan, konsep Sekolah Terintegrasi merupakan penggabungan jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA dalam satu kawasan, guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pendidikan.
Selain itu, Pemkab HST juga memaparkan kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak banjir pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026.
Disebutkan, terdapat 23 satuan pendidikan yang terdampak, terdiri dari 7 PAUD, 14 SD, dan 2 SMP. Sebagian di antaranya telah dilakukan revitalisasi melalui dana APBD tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdikdasmen dalam program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, melalui dukungan tersebut serta APBD HST, revitalisasi telah dilaksanakan pada 66 satuan pendidikan, terdiri dari 10 PAUD, 17 SD, dan 39 SMP.
“Revitalisasi ini juga berdampak pada peningkatan Indeks Rapor Pendidikan HST dari 85,87 menjadi 88,19. Target menuju predikat Tuntas Utama diharapkan dapat segera tercapai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab HST juga menanyakan kelanjutan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah tahun 2026, di mana berdasarkan data, Kabupaten HST memperoleh kuota sebanyak 119 satuan pendidikan.