WARTABANJAR.COM, BARABAI – Curah hujan yang tinggi dan terjadi secara terus-menerus, ditambah banjir kiriman dari daerah tetangga, mengakibatkan puluhan sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terendam.
Genangan air merendam sekolah sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Berdasarkan data BPBD HST, sedikitnya 26 sekolah dari tiga kecamatan yang tersebar di delapan desa terdampak banjir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada proses belajar mengajar, khususnya di wilayah pahiliran.
Baca Juga Malam ini, Pesisir Perairan Sungai Barito Berpotensi Banjir Rob 2,8 Meter
Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SDN Pahalatan di Kecamatan Labuan Amas Utara. Sekolah ini berada di wilayah paling ujung desa sekaligus di dataran terendah, sehingga kerap menjadi titik yang paling lama tergenang air saat banjir terjadi.
Akibat genangan tersebut, aktivitas belajar mengajar di SDN Pahalatan untuk sementara dialihkan dengan sistem belajar dari rumah. Para siswa tetap mendapatkan tugas dari guru, dengan catatan pengumpulan akan dilakukan setelah kondisi memungkinkan dan sekolah dapat kembali beroperasi normal.
Kepala Sekolah SDN Pahalatan, Muhammad Husni, berharap kondisi sekolahnya mendapat perhatian ke depan, mengingat banjir kerap berulang setiap musim hujan.







