WARTABANJAR.COM, BARABAI – Hingga pertengahan Januari 2026, banjir masih menjadi mimpi buruk bagi warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar HST mencatat, genangan air masih melanda 10 desa di tiga kecamatan hingga Kamis (15/1/2026) pukul 12.00 Wita.
Banjir yang sudah terjadi sejak akhir Desember 2025 ini belum menunjukkan tanda-tanda akan sepenuhnya surut. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi banjir bersifat fluktuatif, bahkan di beberapa wilayah justru semakin meluas.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar HST, Fitriadinor, mengatakan bahwa situasi di lapangan terus berubah mengikuti intensitas hujan.
“Ada desa yang mulai surut, tetapi ada juga yang justru bertambah akibat hujan beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Sebaran Desa Terdampak
Di Kecamatan Labuan Amas Utara, banjir masih merendam enam desa, yakni Sungai Buluh, Pahalatan, Mantaas, Rantau Bujur, Tabat, dan Binjai Pirua.
Sementara di Kecamatan Labuan Amas Selatan, genangan air masih bertahan di Desa Mahang Baru dan Desa Panggang Marak.
Adapun di Kecamatan Pandawan, dua desa yang terdampak adalah Kayu Rabah serta Mahang Matang Landung.
Ribuan Rumah dan Warga Masih Terendam







