Banjir Tak Kunjung Surut, 10 Desa di HST Masih Terendam, Ribuan Warga Bertahan di Rumah Tergenang
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Hingga pertengahan Januari 2026, banjir masih menjadi mimpi buruk bagi warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar HST mencatat, genangan air masih melanda 10 desa di tiga kecamatan hingga Kamis (15/1/2026) pukul 12.00 Wita.
Banjir yang sudah terjadi sejak akhir Desember 2025 ini belum menunjukkan tanda-tanda akan sepenuhnya surut. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi banjir bersifat fluktuatif, bahkan di beberapa wilayah justru semakin meluas.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar HST, Fitriadinor, mengatakan bahwa situasi di lapangan terus berubah mengikuti intensitas hujan.
“Ada desa yang mulai surut, tetapi ada juga yang justru bertambah akibat hujan beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Sebaran Desa Terdampak
Di Kecamatan Labuan Amas Utara, banjir masih merendam enam desa, yakni Sungai Buluh, Pahalatan, Mantaas, Rantau Bujur, Tabat, dan Binjai Pirua.
Sementara di Kecamatan Labuan Amas Selatan, genangan air masih bertahan di Desa Mahang Baru dan Desa Panggang Marak.
Adapun di Kecamatan Pandawan, dua desa yang terdampak adalah Kayu Rabah serta Mahang Matang Landung.
Ribuan Rumah dan Warga Masih Terendam
BPBD HST mencatat sebanyak 1.050 rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 2.299 rumah masih tergenang air hingga masuk ke dalam bangunan.
Jumlah warga terdampak mencapai 3.250 jiwa, sementara 6.882 jiwa lainnya masih bertahan di rumah yang dikepung air.
Tak hanya permukiman, banjir juga melumpuhkan berbagai fasilitas umum. Sedikitnya 12 tempat ibadah, 3 puskesmas, 33 sekolah, 1 pasar, 5 kantor, serta 2 fasilitas umum lainnya ikut terdampak.
Dua Kategori Dampak Banjir
Fitriadinor menjelaskan, BPBD membagi kondisi banjir ke dalam dua kategori. Pertama, kategori terdampak, yakni air hanya mengelilingi rumah dan menghambat aktivitas warga. Kedua, kategori terendam, di mana air sudah masuk ke dalam rumah dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari serta kesehatan masyarakat.
BPBD HST menegaskan akan terus memperbarui data, melakukan pemantauan lapangan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan dan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.