64 Kejadian Kebakaran di HST pada 2025, 279 Jiwa Terdampak
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Lonjakan kejadian kebakaran terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sepanjang lima tahun terakhir.
Jumlah kasus tertinggi tercatat pada 2025, berdasarkan data Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HST.
Berdasarkan rekapitulasi tahunan periode 2021 hingga 2025, tren kejadian kebakaran di HST menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun, dengan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat.
Baca Juga Mobil Terbalik di Jalur Alternatif Batulicin–Mantewe Tanah Bumbu, Diduga Melaju Saat Jalan Licin
Pada 2021, tercatat sebanyak 28 kejadian kebakaran yang berdampak terhadap 32 kepala keluarga (KK) atau 99 jiwa terdampak. Pada tahun ini tidak tercatat adanya korban jiwa maupun korban luka.
Jumlah kejadian kebakaran kemudian menurun pada 2022 menjadi 25 kasus. Namun dampaknya meningkat, dengan 46 KK atau 127 jiwa terdampak, serta tercatat satu korban jiwa.
Memasuki 2023, kejadian kebakaran mengalami peningkatan tajam menjadi 55 kasus. Peristiwa tersebut berdampak pada 82 KK atau 240 jiwa terdampak, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Pada 2024, jumlah kebakaran kembali menurun menjadi 45 kejadian. Dari jumlah tersebut, 62 KK atau 187 jiwa terdampak, dengan satu korban jiwa tercatat.
Sementara itu, pada 2025, jumlah kejadian kebakaran kembali meningkat dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni sebanyak 64 kejadian. Kebakaran tersebut berdampak pada 93 KK atau 279 jiwa terdampak, dengan total tiga korban jiwa.
“Dari kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar,” ujar Kepala Satpol PP HST, Ahmad Fatoni, Rabu (7/1/2026).
Selain menangani kebakaran, Satpol PP dan Damkar HST juga mencatat penanganan berbagai operasi penyelamatan. Berdasarkan data yang dihimpun, sejak 2022 hingga 2025 tercatat sebanyak 322 kegiatan penyelamatan yang dilakukan, seiring meningkatnya laporan kondisi darurat dari masyarakat.
Data tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran dan kejadian darurat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih cukup tinggi.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dalam penggunaan listrik, kompor, dan sumber api lainnya di lingkungan rumah masing-masing.