Perjalanan Fadil menjadi potret nyata bagaimana niat personal bisa berubah menjadi konsumsi publik ketika bertemu media sosial. Di satu sisi, kisah ini menyentuh dan menginspirasi. Di sisi lain, ia membuka kembali ruang perdebatan panjang soal niat, ekspresi ibadah, dan toleransi internal umat.

Terlepas dari pro dan kontra, satu hal tak terbantahkan: tekad Fadil berjalan kaki lintas pulau demi menghadiri haul telah mengundang perhatian luas dan menjadi cermin beragamnya cara pandang masyarakat hari ini.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad