JALAN KAKI DARI SOLO KE SEKUMPUL! Tekad Fadil Hadiri Haul Guru Sekumpul Viral, Pemikiran Netizen Terbelah
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Seorang pemuda bernama Fadil (23) mendadak menjadi sorotan publik setelah aksinya berjalan kaki dari Solo, Jawa Tengah, menuju Martapura demi menghadiri Haul Guru Sekumpul viral di media sosial.
Dengan penampilan sederhana—berbaju polos, bersarung hitam, berpeci, membawa tas ransel dan tongkat—Fadil terlihat melintas di Jalan A. Yani Km 1, Kota Banjarmasin, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 16.24 Wita.
Yang mencuri perhatian warga dan pengguna jalan, di bagian belakang tas yang digendongnya tertulis jelas: “Haul Guru Sekumpul”.
Fadil mengaku berangkat seorang diri dari Jawa Tengah dengan niat menghadiri 5 Rajab, momentum haul Abah Guru Sekumpul, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, ulama besar yang haulnya selalu dihadiri jutaan jemaah dari berbagai daerah.
Viral dan Tuai Polemik Panjang
Niat Fadil yang awalnya menuai simpati justru berkembang menjadi perdebatan panas di kolom komentar. Warganet terbelah antara yang mendoakan keselamatan perjalanannya dan yang mengkritik niat serta cara penyampaiannya.
Sejumlah netizen mempertanyakan penulisan “Haul Guru Sekumpul” di tas, bahkan menyinggung isu niat, riya, hingga perbedaan pandangan keagamaan.
“Niatkan hadir dengan tulus, jangan sampai tercemar riya.”
“Ampun maaf, tulisan haul itu rawan disalahpahami di medsos.”
“Safar ibadah itu ada batasannya.”
“Masih satu agama, tapi komentarnya saling menjatuhkan.”
“Ngapain ikut acara begitu? Bid’ah, capek diri sendiri.”
“Kalau niat baik, doakan saja. Jangan saling menyalahkan.”
Namun, tak sedikit pula yang membela dan menyampaikan empati terhadap perjuangan Fadil.
“Semoga selamat sampai tujuan, Allah tahu niat di hati.”
“Komentarnya ngeri, padahal haul itu isinya sholawat dan dzikir.”
“Bila tetamu, tolong antar beliau.”
“Bebis kawa lo, niat orang jangan dihakimi.”
Sebagian netizen bahkan menyayangkan aksi ini diviralkan karena justru memicu kegaduhan.
“Tak usah diviralkan, hidup mudah jadi susah.”
“Yang penting sampai, bukan rame komentarnya.”
Refleksi di Balik Viral