WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi nasional melalui tiga sektor utama: manufaktur, energi, dan sektor berbasis pertanian. Ketiga sektor ini digadang-gadang menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut Purbaya, sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi, terutama subsektor yang terintegrasi dengan pertanian. “Manufaktur, apalagi ada pertanian di situ, manufaktur nggak semuanya, sama energi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/12/2025). Namun, tidak semua subsektor manufaktur akan diperlakukan sama, melainkan disesuaikan dengan keunggulan dan kesiapan masing-masing.

Sektor energi juga menjadi fokus utama. Purbaya menekankan bahwa ketersediaan energi yang andal dan efisien adalah fondasi bagi semua aktivitas ekonomi. Dengan fondasi kuat, efek berantai akan muncul secara alami: daya beli masyarakat meningkat, sektor pariwisata bergerak, dan aktivitas konsumsi kembali hidup. Kondisi ini juga menciptakan stabilitas sosial dan politik, menarik minat investor serta wisatawan asing.

Sektor pertanian, yang terintegrasi dengan manufaktur, diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan industri. Perbaikan ekonomi domestik juga diproyeksikan menambah penerimaan negara melalui basis pajak yang lebih luas, memberi ruang fiskal bagi pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan terlalu selektif dalam memilih sektor sejak awal, melainkan fokus menciptakan iklim ekonomi sehat melalui kebijakan fiskal dan moneter yang sejalan, serta memperbaiki hambatan struktural. Sektor yang siap dan kompetitif diprediksi akan tumbuh secara alami, sementara insentif diberikan secara terukur bila diperlukan.

“Sebenarnya utamanya saya adalah fiskal, moneter, jalan semua, dan saya perbaiki iklim investasi. Nanti sektor yang tumbuh duluan, tergantung keunggulan masing-masing,” tutup Purbaya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad