WARTABANJAR.COM – Insiden mengejutkan terjadi di Sekretariat Kepala Menteri Bihar saat Chief Minister Nitish Kumar dilaporkan menarik hijab seorang dokter Muslim yang hadir untuk menerima surat penunjukan, Selasa (16/12/2025). Aksi tersebut memicu kemarahan publik dan kecaman keras dari partai oposisi.
Menurut laporan, dokter Nusrat Parveen, mengenakan jilbab yang menutupi wajahnya, mendekati panggung untuk menerima surat penunjukan sebagai salah satu dari 10 dokter AYUSH yang secara pribadi diberikan surat oleh Kumar. Saat itu, Kepala Menteri berusia 75 tahun itu terlihat terkejut dan dilaporkan bertanya, “Apa ini?” sebelum mengulurkan tangan dari platform dan menarik kerudungnya.
Dokter yang terkejut segera dikawal ke samping oleh pejabat terkait, sementara Wakil Ketua Menteri Samrat Choudhary terlihat berusaha menghentikan tindakan Kumar dengan menarik lengan kepala menteri tersebut.
Partai oposisi, termasuk Rashtriya Janata Dal (RJD) dan Kongres, langsung mengecam kejadian itu. RJD bahkan mempertanyakan kondisi mental Kumar dan menyebut insiden tersebut “benar-benar menyedihkan,” sementara Kongres menilai tindakan itu “keji” dan mendesak Nitish Kumar mundur dari jabatannya. Juru bicara RJD, Ejaz Ahmad, menyebut tindakan tersebut mencerminkan sikap koalisi JDU-BJP terhadap perempuan dan kebebasan beragama.
Insiden ini terjadi dalam program distribusi surat penunjukan untuk lebih dari 1.000 dokter AYUSH, termasuk 685 praktisi Ayurvedic, 393 Homoeopat, dan 205 dokter Unani. Sebagian besar menerima surat mereka secara digital, namun Kumar menyerahkan sepuluh surat secara langsung.

