“Saya kira presiden harus segera menetapkan status tanggap bencana. Ini urusan kemanusiaan. Negara harus hadir penuh, baik makanan, air, bantuan medis, maupun penyelamatan warga yang masih terancam,” tegasnya.

Ia menyebut komunikasi dengan Kapolda Sumatera Utara dan jajaran kepolisian menunjukkan bahwa bantuan mulai didistribusikan, namun kondisi alam membuat penanganan di banyak titik sangat sulit. PLN juga tengah bekerja memulihkan listrik yang padam akibat pohon tumbang.

BMKG Tetap Waspada dan Media Perkuat Informasi Publik

Bukan itu saja, Hinca juga meminta BMKG tidak lengah dan terus memperbarui informasi untuk daerah-daerah lain yang berpotensi terdampak, termasuk Riau yang berbatasan langsung dengan wilayah bencana.

Kepada media, ia berharap peran pemberitaan dapat mempercepat penyaluran informasi dan bantuan ke masyarakat.

“Media adalah tempat masyarakat mencari informasi cepat. Tolong bantu kita, sesuai talenta dan kemampuan masing-masing, untuk menyelamatkan warga negara kita di manapun mereka sedang menghadapi bencana,” ujar Hinca.

Dia  berharap agar bencana ini segera berakhir dan pemerintah bersama masyarakat dapat melewatinya dengan gotong royong. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar