WARTABANJAR.COM, JAKARTA – AC Milan kembali menunjukkan inkonsistensi performa: tajam saat melawan tim besar, namun acap goyah saat berhadapan tim kecil. Fenomena ini kembali tampak pada beberapa laga terkini di Serie A.
Musim ini, Milan bahkan sempat meraih kemenangan penting atas rival kuat dan masuk persaingan papan atas seperti mengalahkan AS Roma yang memperlihatkan kapasitas mereka jika tampil maksimal.
Namun catatan pertemuan lawan tim “kelas bawah” menunjukkan hal sebaliknya: dari empat belas laga menghadapi klub-klub non-top, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan sisanya berakhir imbang atau kalah.
Analisa menunjukkan banyak faktor penyebab: ketika menghadapi tim besar, motivasi dan konsentrasi pemain tinggi, taktik lebih disiplin, dan atmosfer mendukung. Tapi ketika jumpa tim kecil, Milan kerap meremehkan lawan, kehilangan fokus, hingga melakukan kesalahan defensif sederhana.
Kondisi seperti ini membuat posisi mereka sulit konsisten di papan atas klasemen, sekaligus mempertanyakan kesiapan mental skuad dalam grind panjang Serie A.







