Wabup juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya pembinaan berkelanjutan dan sinergi antar perangkat daerah.
Ia meminta agar kelemahan dalam pengelolaan arsip segera diperbaiki, terutama di tingkat desa yang menurutnya kerap menghadapi masalah validitas dokumen dan tumpang tindih data.
“Kalau ada masalah, carikan solusi bersama. Yang penting tertib dan transparan,” tambahnya.
Kegiatan yang dibiayai dari DPA Dispusip Tahun Anggaran 2025 ini diharapkan mampu menciptakan aparatur yang lebih kompeten dalam pengelolaan arsip, sehingga dapat memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







