WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nasib pilu menimpa Repan, seorang warga Baduy Dalam yang merantau ke Jakarta untuk berjualan madu. Bukannya untung, Repan justru menjadi korban pembegalan brutal di kawasan Cempaka Putih, Minggu dini hari (26/10).

Akibat serangan itu, Repan mengalami luka serius di tangan kiri dan kehilangan uang Rp 3 juta, 10 botol madu, serta satu ponsel. Tragisnya lagi, ketika mencoba mencari pertolongan, rumah sakit menolak menanganinya karena ia tidak memiliki KTP.

Diserang Empat Orang di Tengah Malam

Menurut keterangan Kepala Desa Kanekes, Oom, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Jalan Pramuka, Rawasari. Saat itu, Repan sedang berjalan sendirian usai berdagang madu di sekitaran pasar.

“Korban diserang oleh empat orang tak dikenal. Mereka memukul dan merampas barang dagangan serta uang hasil jualan,” jelas Oom, Rabu (5/11/2025).

Setelah terluka, Repan mencoba mencari bantuan ke rumah sakit terdekat, namun tidak diterima karena tidak membawa kartu identitas. Dalam kondisi lemah dan berdarah, ia berjalan kaki hingga Tanjung Duren untuk menemui kenalannya, yang akhirnya membantu memberikan perawatan medis.

Hasil Jerih Payah Raib

Oom menambahkan, seluruh hasil kerja keras Repan selama berjualan madu di Jakarta raib seketika.

“Dia kehilangan uang sekitar Rp 3 juta, 10 botol madu, dan satu ponsel. Semua habis dibawa kabur para pelaku,” ujarnya.

Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polsek Cempaka Putih pada Minggu (2/11) dan sedang dalam penyelidikan polisi.

Pemerintah Desa Kanekes berharap aparat segera mengusut dan menangkap para pelaku, agar warga Baduy yang beraktivitas di Jakarta bisa merasa aman.

“Kami berharap keadilan ditegakkan. Warga kami datang ke Jakarta untuk bekerja halal, bukan untuk jadi korban kekerasan,” tegas Oom.

Peristiwa memilukan ini kembali membuka mata publik tentang kerentanan warga adat di kota besar. Mereka datang dengan niat baik untuk berdagang, tapi kerap terjebak dalam sistem yang belum ramah bagi kaum kecil—terutama yang tak memiliki dokumen identitas formal.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad