Program MBG Dongkrak Permintaan, Harga Telur di Banjarbaru Naik Tembus Rp33 Ribu Per Kilo
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Banjarbaru terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Saat ini, harga telur mencapai Rp31 ribu per kilogram, bahkan di beberapa tempat sudah menembus Rp33 ribu per kilogram.
Kenaikan ini disebut-sebut dipicu meningkatnya permintaan telur untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di berbagai daerah.
Salah satu pedagang telur di Pasar Bauntung Banjarbaru, Darmanto, mengakui harga telur terus mengalami kenaikan sejak dua minggu terakhir.
"Sekarang Rp31 ribu per kilo. Naiknya sekitar Rp2 ribu dari bulan lalu, waktu itu masih Rp29 ribu," ujar Darmanto, Senin (27/10/2025).
Ia menjelaskan, sebelumnya harga telur sempat berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, namun sejak pertengahan Oktober, harga terus merangkak naik seiring meningkatnya permintaan dari pembeli besar dan pengecer.
"Permintaan naik karena banyak kebutuhan dari program MBG. Biasanya seminggu saya jual 3 sampai 4 ton, sekarang bisa sampai 5 ton," ungkapnya.
Menurut Darmanto, selain faktor permintaan, harga pakan ternak juga turut berpengaruh, meski tidak menjadi penyebab utama.
BACA JUGA: TURUN RP 1 JUTA! Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2026 Rp 884 Juta Jemaah Bayar Rp 549 Juta
"Kalau pakan memang naik, tetapi biasanya harga telur stabil kalau stoknya banyak. Sekarang karena konsumsi tinggi, otomatis harga ikut naik," jelasnya.
Ia memperkirakan harga telur belum akan turun dalam waktu dekat, terutama menjelang Natal, Tahun Baru, dan Haul Guru Sekumpul yang biasanya meningkatkan kebutuhan bahan pangan.
"Seperti tahun lalu, harga malah bisa naik lagi menjelang akhir tahun," ujarnya.
Sementara itu, Sendy, salah satu pembeli di toko telur Darmanto, mengaku masih mendapat harga langganan untuk pembelian rutin.
"Saya beli telur ayam Rp30 ribu per kilo dan telur bebek Rp3 ribu per biji. Masih standar sih, mungkin karena langganan juga," tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu