“Sebagai BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Trans-Jakarta berkomitmen menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi, dan kebhinekaan dalam setiap aspek kegiatan dan komunikasi publiknya,” ujar Untung melalui keterangannya, Senin (20/10/2025).

Langkah Internal dan Klarifikasi

Pihak Trans-Jakarta akan mengambil langkah internal terkait masalah ini. Dewan Komisaris bersama Direksi akan melakukan klarifikasi untuk memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip good corporate governance, sekaligus menjaga muruwah kelembagaan.

“Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga marwah kelembagaan,” tambah Untung.

Untung menegaskan, Trans-Jakarta tetap memberikan penghormatan kepada seluruh ulama, tokoh agama, dan komunitas pesantren di Indonesia, termasuk Kiai Pondok Pesantren Lirboyo, sebagai bagian pilar moral dan sosial bangsa.

“Transjakarta menyampaikan pernyataan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,” kata dia.

Berikut ini rangkuman profil dan fakta terkini dari Muhammad Ainul Yakin, serta isu yang sedang menyertainya:

Profil & Jabatan

Ainul Yakin ditetapkan sebagai anggota Dewan Komisaris PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) oleh Pemprov DKI pada 1 Agustus 2025.

Ia juga disebut sebagai Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) DKI Jakarta.

Dalam pemberitaan, ia dikaitkan dengan pernyataan kontroversial saat demonstrasi terkait tayangan televisi.

Dalam video yang beredar di media sosial, Ainul Yakin tampak menyampaikan orasi yang mengancam pihak terkait tayangan televisi.

TransJakarta kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan Ainul Yakin tersebut merupakan pandangan pribadi, dan tidak mencerminkan kebijakan atau sikap resmi Perusahaan.

Komentar pedas pun membanjiri lini masa:

“Adab??????? 👏👏 keliatan aslinya…”

“What… Komisaris? Jalur apa nih jadi komisaris 😂”

“Harus dipecat ini! 🔥🔥🔥”

“Hello, apa kabar dana haji… 😂😂”

“Udh jelas kalimat pengancaman. Tolong diusut, bawa ke hukum!”

“Hanya karena ketua ormas bisa jadi komisaris?”

“Kyai yang cabuli santrinya nggak digorok? Beeeuhh… ngeri kali bapak ini!”

“Seperti ini kah hasil didikan pondok NU?”

“@prabowo, yang beginian masih bebas aja di bumi nusantara yak?”