Pembelian 42 unit J-10C ini menandai babak baru pertahanan udara Indonesia. Menhan Sjafrie menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari program modernisasi TNI AU, menggantikan armada lama yang sudah berusia puluhan tahun.

Selain meningkatkan kekuatan serangan, kerja sama dengan China juga dianggap lebih efisien dan cepat secara logistik dibandingkan pengadaan dari negara Barat.

“J-10C akan memperkuat daya serang dan kemampuan respons cepat Indonesia terhadap ancaman udara,” ujar Sjafrie.

Dengan kehadiran “Naga Ganas” ini, langit Nusantara dipastikan semakin aman—dan disegani.

Fakta Menarik J-10C

Dirancang oleh Chengdu Aerospace Corporation, China.

Memiliki kecepatan maksimum Mach 2,2 (lebih dari 2.700 km/jam).

Dapat membawa hingga 6 ton persenjataan.

Pernah digunakan dalam operasi tempur nyata oleh Pakistan tahun 2025.

Kehadiran J-10C di Indonesia diprediksi akan mengubah peta kekuatan udara di kawasan Asia Tenggara. Tak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga pesan tegas bahwa Indonesia siap menjaga kedaulatan udara dengan gigi tajam dan sayap naga.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad