WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Setelah mencetak rekor tertinggi dalam sejarah pada Jumat (17/10/2025), harga emas Antam kini terjun bebas Rp57.000 per gram pada Sabtu (18/10/2025). Dalam waktu kurang dari 24 jam, harga logam mulia yang sempat menggemparkan pasar itu langsung anjlok tajam.

Sehari sebelumnya, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat menembus Rp2.485.000 per gram — rekor tertinggi sepanjang masa. Namun kini, harga jual resmi di Butik Emas LM Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, turun menjadi Rp2.428.000 per gram.

Harga Buyback Ikut Turun Tajam

Tak hanya harga jual, harga buyback (pembelian kembali) juga ikut merosot Rp57.000, kini berada di level Rp2.277.000 per gram.
Penurunan ini berlaku untuk semua ukuran emas, mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 1 kilogram.

Sebagai informasi, buyback adalah harga yang diterima oleh pemilik saat menjual kembali emas Antam miliknya.

BACA JUGA: Penuh Inspirasi! Festival Literasi Tanah Bumbu 2025 Membangun Masyarakat Cerdas & Berkarakter

Mengacu pada PMK Nomor 34 Tahun 2017, setiap pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%.
Namun, bagi pembeli yang mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarifnya lebih ringan, hanya 0,25%, sesuai PMK Nomor 38 Tahun 2023.

Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (dengan NPWP) atau 3% (tanpa NPWP) — pajak ini otomatis dipotong dari nilai total penjualan kembali.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini (18 Oktober 2025)

Berat Harga
0,5 gram Rp 1.264.000
1 gram Rp 2.428.000
2 gram Rp 4.796.000
3 gram Rp 7.169.000
5 gram Rp 11.915.000
10 gram Rp 23.775.000
25 gram Rp 59.312.000
50 gram Rp 118.545.000
100 gram Rp 237.012.000
250 gram Rp 592.265.000
500 gram Rp 1.184.320.000
1.000 gram Rp 2.368.600.000

Koreksi harga emas Antam sejalan dengan penurunan harga emas global. Penguatan dolar AS serta potensi kenaikan suku bunga The Fed membuat investor memilih bersikap hati-hati (wait and see) menjelang rilis data ekonomi terbaru Amerika Serikat.

Analis pasar menyebut, tren pelemahan emas ini bisa berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika inflasi AS tetap tinggi dan suku bunga kembali naik.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad