Sementara itu, Halimah, staf perpustakaan Yayasan Perguruan Assalam, menyampaikan bahwa sebagian siswa kini diistirahatkan di rumah untuk memulihkan kondisi.
“Yang masih dirawat di rumah sakit ada lima orang. Sisanya dipantau dari rumah karena masih lemas,” ujarnya.
Pihak yayasan juga memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi makanan dari program MBG, sampai ada kejelasan dari hasil penyelidikan pihak berwenang.
“Kami stop dulu. Siswa dan orang tua juga masih takut, menunggu hasil resmi,” tutup Halimah.
Kasus ini menambah panjang daftar korban dugaan keracunan MBG yang kini tengah diusut oleh Polda Kalimantan Selatan. Masyarakat berharap insiden ini segera terungkap agar program bantuan bergizi yang sejatinya mulia tidak kembali memakan korban.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







