WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Upaya mencari solusi atas dugaan karut-marut distribusi BBM subsidi jenis solar bagi nelayan di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung, terus dikawal ketat oleh instansi terkait.
Sebuah pertemuan mediasi pun digelar di Balai Desa Kuala Tambangan pada Minggu (10/5/2026), guna menyerap aspirasi nelayan sekaligus membenahi sistem distribusi di lapangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPRD Tanah Laut, Azizah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) M Kusri, Camat Takisung, Kapolsek Takisung, Danramil Takisung, unsur Badan Intelijen Negara (BIN) daerah, Kepala Desa Kuala Tambangan, Ketua Pokwasmas, serta ratusan nelayan setempat.
Baca Juga: Harga Eceran Solar di Tabalong Tembus Rp19.000 per Liter
Kepala Dinas DKPP Tanah Laut saat dikonfirmasi Wartabanjar.com, Senin (11/5/2026), menegaskan dinas fokus pada perlindungan hak nelayan kecil melalui transparansi.
Ia menyayangkan ketidakhadiran pengelola SPBN, namun tetap memberikan instruksi tegas bagi para nelayan.
”Kami menghimbau kepada seluruh nelayan penerima rekomendasi, agar memegang sendiri barcode maupun surat rekomendasi, dan menggunakannya langsung saat pengambilan solar di SPBN. Kami tidak ingin ada celah penyalahgunaan. Setiap transaksi wajib diverifikasi dan dicatat dalam sistem maupun logbook petugas SPBN, guna menciptakan tertib administrasi,” tegas Kusri.







