Harga Eceran Solar di Tabalong Tembus Rp19.000 per Liter

WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di Kabupaten Tabalong dikeluhkan para pemilik angkutan barang. Selain sulit diperoleh di SPBU, harga Bio Solar di tingkat eceran juga melonjak tajam hingga mencapai Rp19.000 per liter.

Bahkan, di sejumlah tempat dijual hingga Rp20.000 sampai Rp22.000 per liter.

Kondisi tersebut membuat para sopir dan pemilik truk angkutan pasir maupun batu, terpaksa menanggung biaya operasional yang semakin tinggi.

Baca Juga: Miris, Terdakwa Divonis Bersihkan Masjid Jadi Tulang Punggung Keluarga, Hidupi 8 Anak

Baca Juga: Dicari Sopir Ambulans untuk RS Amanah Banjarmasin, Simak Kualifikasi di Lowongan Kerja Kalsel

Salah seorang pemilik angkutan truk di Kecamatan Upau, Sentyaki, mengaku kesulitan mendapatkan Solar untuk operasional kendaraannya yang melayani kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, kelangkaan BBM subsidi itu sudah berlangsung cukup lama dan membuat antrean di SPBU semakin panjang.

“Di eceran sekarang bisa sampai Rp20.000, bahkan ada yang menjual Rp22.000 per liter. Kami tentu mengeluh dengan kondisi ini. Kalau upah angkutan dinaikkan kasihan masyarakat, tapi kalau tidak dinaikkan kami yang rugi,” ujar Sentyaki pada wartabanjar.com, Senin (11/5/2026).