WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Maraknya kejadian kebakaran di Kota Banjarmasin yang penduduk terbilang cukup padat, membuat banyak pihak mempertanyakan terkait penyebab dan pihak yang bertanggung jawab terhadap kejadian tersebut.
Menanggapi hal tersebut, PT PLN Persero pun berikan penjelasan terkait penyebab yang kerap menjadi asal mula api, dan penanganannya lebih lanjut.
Asisten Manager Jaringan dan Kontruksi Distribudi UP3 Banjarmasin, Deddy Noveyusa menjelaskan, kebakaran yang diduga terjadi karena konsleting itu biasanya disebabkan karena usia jaringan listrik sudah melewati batas usia pemakaiannya.
Baca Juga: Polresta Banjarmasin Sita 25 Motor Pelaku Balap Liar
Baca Juga: Harga Eceran Solar di Tabalong Tembus Rp19.000 per Liter
“Mungkin yang banyak tidak masyarakat sadari adalah jaringan listrik seperti kabel itu lupa untuk dilakukan pemeliharaan, sementara untuk masa pemakaiannya itu hingga 10 tahun, bahkan juga 20 tahun,” jelas Deddy, dalam program “Warta Bicara” di FUGO Hotel Banjarmasin, Senin (11/5/2026).
“Padahal setiap kabel itu punya kemampuan dalam waktu tertentu untuk mengantarkan arus listrik. Setelah melewati waktu tersebut, maka masyarakat diimbau untuk melakukan pembaharuan untuk instalasi,” lanjutnya.
Tidak hanya usia yang jaringan yang sudah usang, faktor eksternal juga dapat membuat jaringan listrik atau kabel rusak, sehingga dapat menyebabkan kebakaran.
“Faktor eksternalnya itu seperti digigit tikus atau rayap, membuat kabelnya luka dan ada arus listrik yang meningkat, sehingga membuat percikan api dan mengakibatkan kebakaran,” tuturnya.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan selama ini, kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman warga selama ini, diakibatkan oleh jaringan listrik yang terbilang sudah tua, dan rentan terjadi korsleting listrik.
Maka dari itu, Deddy mengimbau, agar masyarakat dapat rutin melakukan pemeriksaan dan juga pembaharuan terhadap jaringan listrik yang ada dirumahnya.







