"Proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama," imbuh Freezer.

Tragedi yang memilukan ini berawal pada Senin (29/9/2025) sore, ketika sebuah gedung tiga lantai yang juga digunakan sebagai musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tiba-tiba ambruk.

Saat itu, ratusan santri sedang khusyuk melaksanakan salat Ashar berjemaah di dalam gedung yang ironisnya masih dalam tahap pembangunan. (Wartabanjar.com/inilah.com)

Editor Restu