Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan adanya peran Polda Kalsel khususnya melalui Ditreskrimsus sangatlah membantu upaya ketahanan pangan di Banua.

Bahkan lanjutnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polda Kalsel ini pula yang juga akhirnya mengantarkan Kalsel menempati peringkat pertama daya tahan ketahanan pangan di Indonesia.

"Terima kasih kepada Polda Kalsel melalui Ditreskrimsus yang sudah membantu sejak beberapa waktu lalu. Alhamdulillah Kalsel bisa naik dan sekarang peringkat pertama untuk ketahanan pangan di Indonesia," katanya.

Berdasarkan hasil data terakhir yang berhasil terjual dalam kegiatan GPM ini, beras SPHP yang terjual sebanyak 6,2 ton, minyakkita terjual 324 liter, gula manis kita terjual 193 kg, beras premium ponukawan terjual 20 kg dan beras setra ramos terjual 20 kg.(Wartabanjar.com/Frans)

Editor Restu