Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan pentingnya memperkuat komitmen bersama melalui fasilitasi sarana-prasarana untuk petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), memperluas kerja sama strategis dengan Bulog, BUMD pangan, distributor, serta mitra lainnya.

Selain itu, optimalisasi kerja sama antar daerah di Kalimantan juga dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, H. Muhidin juga menyoroti berbagai inovasi daerah, di antaranya program Padi Apung sebagai solusi adaptif terhadap lahan tergenang air, serta pengembangan Haruan Estate atau Kampung Gabus yang mendukung diversifikasi pangan lokal.

“Inovasi-inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana Kalimantan Selatan berupaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui forum ini, saya berharap terbentuk komitmen yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dunia usaha, dan akademisi untuk menjaga stabilitas pangan serta melahirkan solusi konkret, termasuk akselerasi program cetak sawah dan optimalisasi lahan,” tegasnya.

Gubernur menutup sambutannya dengan harapan agar momentum GNPIP 2025 semakin memperkuat semangat kebersamaan menjadikan Kalimantan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, selaras dengan visi “Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera.”

BACA JUGA: VIDEO - Italia & Spanyol Kerahkan Kapal Perang Kawal Armada Bantuan Kemanusiaan yang Diserang Drone Israel

Tiga Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2025 menghadirkan tiga langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Berikut ini ketiga langkah tersebut: