Meski kecewa, Martin menyebut ritme balapnya sebenarnya cukup kompetitif untuk bersaing di lima besar. “Posisi ke-10 bagi saya hampir seperti podium karena start dari belakang. Ritme saya sebenarnya yang ke-4 atau ke-5 terbaik,” ucapnya.
Tes Misano akan menjadi momen penting bagi Martin untuk menemukan setelan ideal. Jika bisa mengatasi kelemahan di kualifikasi, peluang bersaing di papan atas masih terbuka lebar. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







