WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pernyataan mengejutkan datang dari Jakarta pada Minggu (24/8), saat anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan Timnas Indonesia kini tak lagi mengandalkan pemusatan latihan (TC). Keputusan ini menuai sorotan lantaran strategi persiapan dianggap berubah drastis dibanding era sebelumnya.
PSSI menyatakan bahwa jadwal pertandingan para pemain di klub masing-masing dianggap cukup sebagai latihan intensif. Dengan begitu, pemusatan latihan jangka panjang tak lagi digunakan. Arya menambahkan, tim hanya akan berkumpul menjelang laga sesuai kalender FIFA Matchday, termasuk agenda 2–9 September mendatang.
“Buat TC itu sudah tidak relevan lagi, karena level pemain kita sekarang berbeda. Pertandingan di klub sudah jadi latihan mereka. Jadi kapan ada pertandingan resmi, saat itulah mereka bergabung,” jelas Arya Sinulingga.
Manajer Timnas, Sumardji, menegaskan para pemain senior akan berkumpul di Surabaya pada 1 September. “Sesuai jadwal, semuanya sudah siap hadir pada 1 September untuk persiapan laga melawan Kuwait (5/9) dan Lebanon (8/9),” terangnya.
Keputusan meninggalkan pola TC panjang menimbulkan perdebatan. Sebagian pengamat menilai pendekatan ini berisiko karena waktu persiapan lebih sempit. Namun PSSI meyakini, pola modern tersebut menyesuaikan standar sepak bola internasional. Publik kini menunggu apakah formula ini benar-benar bisa membawa Garuda tampil maksimal di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak, Oktober nanti. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







